ohn invited his mother over for dinner.
During the meal, his mother couldn't help noticing how
attractive and shapely the housekeeper was.
Over the course of the evening, she started to wonder if
there was more between John and the housekeeper than
met the eye.
Reading his mom's thoughts, John volunteered, " I know
what you must be thinking, but I assure you, my
relationship with my ousekeeper is purely professional. "
About a week later, the housekeeper came to John and
said : " Ever since your mother came to dinner, I've been
unable to find the beautiful silver gravy ladle. You don't
suppose she took it, do you ? "
John said : " Well, I doubt it, but I'll write her a
letter just to be sure. "
So he sat down and wrote : " Dear Mother, I'm not saying
you 'did' take a gravy ladle from my house, and I'm not
saying you 'did not' take a gravy ladle.
But the fact remains that one has been missing ever since
you were here for dinner. "
Several days later, John received a letter from his mother
which said : " Dear Son, I'm not saying that you 'do' sleep
with your sekeeper, and I'm not saying that you 'do not'
sleep with your housekeeper.
But the fact remains that if she was sleeping in her own
bed, she would have found the gravy ladle by now. Love,
Mom "
Sunday, 21 April 2013
Malem agan dan aganwati
ane mo coba bikin jokes, maaf klo ga lucu atawa garing
minimal bisa bikin nyengir dikit
lets go kita ke tekape
disuatu minimarket, di rak indomie dan bihun terjadi percakapan yang cukup sengit
bihun : hai loe indomie, kenapa seh banyak yang suka ama elo, padahal elo kan jelek, udah keriting, kuning dan gendut
indomie : tapi gue kan enak n murah...
suatu saat si penjaga toko mindahin tuch indomie ke rak laen, dan di taruhlah spageti di samping rak bihun
bihun : (ekpresi esmosi...) aaarrrrgggg...hai kamu indomie, emang kalo kamu nyamar kayak gitu gue ga bisa ngenalin kamu gitu, pake acara rebonding segala, emang klo elo jd lurus gitu gue ga kenal kan elo tetep msh gendut dan kuning...(si bihun sambil mencak2 n acak2 si spageti)
spageti : (bingung...)...@@???q##$$$**..
ane mo coba bikin jokes, maaf klo ga lucu atawa garing
minimal bisa bikin nyengir dikit
lets go kita ke tekape
disuatu minimarket, di rak indomie dan bihun terjadi percakapan yang cukup sengit
bihun : hai loe indomie, kenapa seh banyak yang suka ama elo, padahal elo kan jelek, udah keriting, kuning dan gendut
indomie : tapi gue kan enak n murah...
suatu saat si penjaga toko mindahin tuch indomie ke rak laen, dan di taruhlah spageti di samping rak bihun
bihun : (ekpresi esmosi...) aaarrrrgggg...hai kamu indomie, emang kalo kamu nyamar kayak gitu gue ga bisa ngenalin kamu gitu, pake acara rebonding segala, emang klo elo jd lurus gitu gue ga kenal kan elo tetep msh gendut dan kuning...(si bihun sambil mencak2 n acak2 si spageti)
spageti : (bingung...)...@@???q##$$$**..
Sarmin baru sekali ini ke Jakarta. Maklum dia baru saja menjual hasil
panennya, jadi sekali-sekali ingin menikmati pelesiran di ibukota.
Untuk oleh-oleh para sanak saudara di kampung dia berniat membeli beberapa
barang
Suatu hari dia pergi ke Pasar Mangga Dua, karena katanya apa-apa murah
disana. Setelah berkeliling
mampirlah dia ke sebuah kios pakaian. Pemilik kios itu adalah seorang Cina
totok.
Berapa baju yang ini ?
Ha-yya, GO CENG saja lah!
Berkerut jidat Sarmin, karena tak tahu berapa GO CENG itu. Si empunya kios
karena melihat Sarmin terdiam lantas berkata:
Boleh tawal lah sedikit
Karena sudah terlanjur bertanya, untuk menjaga GENGSI, dengan mantapnya
Sarmin menawar:
NING NONG boleh nggak?
Haa? terbelalak si engkoh. Belapa itu Ning nong?
Lha GO CENG itu berapa hayo? Sarmin balik bertanya.
Go ceng itu lima libu woo! jawab si engkoh.
Setelah berpikir sebentar Sarmin pun bilang:
Ooo, kalau begitu, Ning Nong itu yaa .. kira-kira tiga ribu lima ratus lah
panennya, jadi sekali-sekali ingin menikmati pelesiran di ibukota.
Untuk oleh-oleh para sanak saudara di kampung dia berniat membeli beberapa
barang
Suatu hari dia pergi ke Pasar Mangga Dua, karena katanya apa-apa murah
disana. Setelah berkeliling
mampirlah dia ke sebuah kios pakaian. Pemilik kios itu adalah seorang Cina
totok.
Berapa baju yang ini ?
Ha-yya, GO CENG saja lah!
Berkerut jidat Sarmin, karena tak tahu berapa GO CENG itu. Si empunya kios
karena melihat Sarmin terdiam lantas berkata:
Boleh tawal lah sedikit
Karena sudah terlanjur bertanya, untuk menjaga GENGSI, dengan mantapnya
Sarmin menawar:
NING NONG boleh nggak?
Haa? terbelalak si engkoh. Belapa itu Ning nong?
Lha GO CENG itu berapa hayo? Sarmin balik bertanya.
Go ceng itu lima libu woo! jawab si engkoh.
Setelah berpikir sebentar Sarmin pun bilang:
Ooo, kalau begitu, Ning Nong itu yaa .. kira-kira tiga ribu lima ratus lah
Subscribe to:
Comments (Atom)