Tuesday, 21 May 2013

MALAM PERTAMA

usianya masih muda sekitar 18 tahunan tetapi telah jatuh cinta pada seorang nenek berumur sekitar 50 tahunan yang bernama Ijah. Karena Usman sudah bekerja, maka Usman ingin menikahi Ijah.

Setelah menikah, Usman ingin menikmati malam pertama bersama Ijah. Setelah berjuang dengan susah payah, akhirnya Usman berhasil menembus sela-sela pahanya si Ijah dan memasukan burungnya ke liang si Ijah. Dengan bangga Usman memuji Ijah :

"Wahhh hebat benar Ijah, masih perawan !!!"
Dengan kalemnya Ijah menjawab :

"Maaf Mas, tadi bukan perawan saya yang sampeyan tembus, tetapi celana dalam saya yang belum sempat saya buka"

Sunday, 19 May 2013

PENJAGA MAKAM

Di suatu lokasi, hiduplah seorang pria yang sangat malas. Ia merasa bahwa tidak ada pekerjaan yang cocok untuknya. Saat ia menikah, ia berkewajiban memenuhi kebutuhan keluarganya. Akhirnya, ia mencari-cari pekerjaan yang tidak harus menggunakan pikiran, tetapi fisik saja.

Ia pun bertanya-tanya ke tetangganya tentang lowongan pekerjaan semacam itu. Si tetangga menyarankan untuk menjadi penjaga kubur di pemakaman. Karena menganggap itu pekerjaan yang mudah, ia pun menerima pekerjaan itu.

Namun, baru 3 hari berlalu, si pemalas mengundurkan diri. "Ini tidak adil!!!" katanya kepada si tetangga dengan marah-marah. "Di pemakaman, semua orang berbaring diam, sementara saya adalah satu-satunya orang yang harus berdiri."

Saturday, 18 May 2013

Dongkrak

Dalam mikrolet yang sedang penuh sesak, tiba-tiba naiklah seorang wanita berpakaian putih-putih. Ternyata tempat duduk semuanya sudah penuh, tapi untung ada seorang laki-laki yang menawarkan untuk memangkunya. Karena terpaksa, wanita itu pun mau dipangku. Di tengah-tengah perjalanan, si laki-laki itu iseng-iseng bertanya, "Dik, dik.......adik bekerja di rumah sakit, yah.....?!" Si wanita kaget dan berkata, "Lho, kok tahu..........?" ."Ah, enggak.....,soalnya baju adik bau obat," jawab si laki-laki. Tidak seberapa lama gantian wanita yang bertanya, "Mas, mas,........kerjanya di bengkel, ya.......?!" "Lho, kok tahu.....", si laki-laki terkejut. "Iya, soalnya 'dongkraknya' naik-turun sih.......," Jawab si wanita.

Thursday, 16 May 2013

HUMOR

Udin : itu motor kotor amet ya dul,kaya yang udah balap di sawah aja!
Adul : maklum kan musim hujan,jadi aja kotor kaya gitu!
Udin : Cuci donk!
Adul : akh males,biarin aja besok juga di cuci kotor lagi kotor lagi!
Udin : ya klo gtu tar klo agan besok B.A.B jangan di cebok tar juga B.A.B lgi!
Adul :??!! Melamun

 Udin : Dasar parah nih PLN... Ngajak berantem??
Adul : kenapa din??
Udin : Udah tahu ini Final Sea Games, Malah Padam Lampu Gimana ini PLN...
Adul : Owhh.. itu sih gampang nonton nya pake lilin aja jang.
Udin : Berantem ma gue aja yu dul..!!%@#?^()*

 Udin : (adzan di masjid) allohu akbar,alloohu akbar ~..(lagam muadzin mekkah)
...
beres adzan...Tak lama tiba pa haji mendatangi sambil sedih..
Udin : kenapa pa haji?
Pa haji : ga apa apa jang ,cuma terharu aja dengerin udin adzan. duh..(sambil menghapus air mata)
Udin : sampai terharu kali ya pa haji denger suara udin adzan? Hehe (Bangga)
Pa haji : ah.. bukan din...
Udin : Terus kenapa pa haji sampai terharu mengeluarkan air mata begitu ?
Pa haji : ya itu bakat pa haji ga tahan ngakak dari tadi? Udin adzan apa jam 9 pagi pagi! (sambil ketawa terbahak bahak)

Udin sedang jalan2 bareng si adul tiba tiba di tengah perjalanan mereka menemukan sesusuatu...

Udin : dul itu emas bukan ya?
Adul : ah bukan bro...masa iya emas kusam warnanya.
Udin : ambil dul siapa tahu aja mas!

... (adul pergi mengambil)

adul : ah kotoran sapi bro ini mah (sambil di colek)
Udin : udah tau kotoran sapi malah di colek ente mah, jorok ah!
adul : takut ke injek orang laen, kasian! (sambil memindahkan kotoran sapi)

Sunday, 21 April 2013

ohn invited his mother over for dinner.
During the meal, his mother couldn't help noticing how
attractive and shapely the housekeeper was.

Over the course of the evening, she started to wonder if
there was more between John and the housekeeper than
met the eye.

Reading his mom's thoughts, John volunteered, " I know
what you must be thinking, but I assure you, my
relationship with my ousekeeper is purely professional. "

About a week later, the housekeeper came to John and
said : " Ever since your mother came to dinner, I've been
unable to find the beautiful silver gravy ladle. You don't
suppose she took it, do you ? "

John said : " Well, I doubt it, but I'll write her a
letter just to be sure. "

So he sat down and wrote : " Dear Mother, I'm not saying
you 'did' take a gravy ladle from my house, and I'm not
saying you 'did not' take a gravy ladle.
But the fact remains that one has been missing ever since
you were here for dinner. "

Several days later, John received a letter from his mother
which said : " Dear Son, I'm not saying that you 'do' sleep
with your sekeeper, and I'm not saying that you 'do not'
sleep with your housekeeper.
But the fact remains that if she was sleeping in her own
bed, she would have found the gravy ladle by now. Love,
Mom "
Malem agan dan aganwati
ane mo coba bikin jokes, maaf klo ga lucu atawa garing
minimal bisa bikin nyengir dikit
lets go kita ke tekape

disuatu minimarket, di rak indomie dan bihun terjadi percakapan yang cukup sengit

bihun : hai loe indomie, kenapa seh banyak yang suka ama elo, padahal elo kan jelek, udah keriting, kuning dan gendut
indomie : tapi gue kan enak n murah...

suatu saat si penjaga toko mindahin tuch indomie ke rak laen, dan di taruhlah spageti di samping rak bihun

bihun : (ekpresi esmosi...) aaarrrrgggg...hai kamu indomie, emang kalo kamu nyamar kayak gitu gue ga bisa ngenalin kamu gitu, pake acara rebonding segala, emang klo elo jd lurus gitu gue ga kenal kan elo tetep msh gendut dan kuning...(si bihun sambil mencak2 n acak2 si spageti)
spageti : (bingung...)...@@???q##$$$**..
Sarmin baru sekali ini ke Jakarta. Maklum dia baru saja menjual hasil

panennya, jadi sekali-sekali ingin menikmati pelesiran di ibukota.

Untuk oleh-oleh para sanak saudara di kampung dia berniat membeli beberapa

barang

Suatu hari dia pergi ke Pasar Mangga Dua, karena katanya apa-apa murah

disana. Setelah berkeliling

mampirlah dia ke sebuah kios pakaian. Pemilik kios itu adalah seorang Cina

totok.

“Berapa baju yang ini ?”

“Ha-yya, GO CENG saja lah!”

Berkerut jidat Sarmin, karena tak tahu berapa GO CENG itu. Si empunya kios

karena melihat Sarmin terdiam lantas berkata:

“Boleh tawal lah sedikit”

Karena sudah terlanjur bertanya, untuk menjaga GENGSI, dengan mantapnya

Sarmin menawar:

“NING NONG boleh nggak?”

“Haa?’ terbelalak si engkoh. “Belapa itu Ning nong?”

“Lha GO CENG itu berapa hayo?” Sarmin balik bertanya.

“Go ceng itu lima libu woo!” jawab si engkoh.

Setelah berpikir sebentar Sarmin pun bilang:

“Ooo, kalau begitu, Ning Nong itu yaa….. kira-kira tiga ribu lima ratus lah